Posted by: feezaa on: Februari 8, 2008
Kamu Kira….
Message: Pada suatu malam, Sumar sedang asyik
nonton bola di TV. Tiba-tiba istrinya
mengusik keasyikan yang bagi Sumar
sangat mengganggu.
” Mas, lampu teras mati, tolong dong
pasangin yang baru”
” Masang lampu ? Enak aja, kamu kira aku
ini PLN apa?”
” Ya, udah kalau nggak mau” Sambil pergi
istrinya ke kamar mandi mau pipis. Dari
kamar mandi dia berteriak, ” Mas Sumar!
Baknya kosong! Krannya rusak nih!
Betulin dulu dong!”
Sambil berteriak juga Sumar menjawab, “
Enak aja kamu nyuruh, memangnya aku ini
petugas PDAM apa?”
Rupanya istri Sumar cukup sabar. Ia
masih mau pakai sisa air yang ada. Namun
ketika ia ke dapur mau merebus air untuk
membuatkan kopi suaminya, ternyata
minyak tanahnya juga habis.Kompornya
tidak mau nyala. Bingung juga dia besok
pagi mau pakai apa kalau tidak beli
minyak sekarang. Cepat-cepat dia
mendatangi suaminya yang nampak semakin
keasyikan di depan televisi.
” Mas!” Teriaknya agak memaksa. ” Minyak
tanahnya habis, beliin dong, itung-itung
sambil beli rokok. Mau beli sendiri aku
takut! Keburu tutup nih, Masss!”
Nampaknya habis juga kesabaran Sumar, “
Apa beli minyak??, kamu benar-benar
menjengkelkan, memangnya aku ini
PERTAMINA, ya!” Sambil berkata begitu
Sumar pergi, dia menonton bola dirumah
temannya. Pulang-pulang jam 2 pagi.
Begitu pulang, Sumar kaget. Lampu teras
sudah nyala, Dirigen minyak tanah sudah
penuh. Lebih kaget lagi, kran dikamar
mandi sudah betul. Dalam hati Sumar
bertanya-tanya. Siapa gerangan yang mau
menolong istrinya pada malam-malam
bigini? Karena penasaran, paginya Sumar
langsung bertanya pada istrinya ” Siapa
yang menolong kamu tadi malam?”
Mendengar pertanyaan suaminya, istrinya
menghapiri suaminya sambil menjelaskan.
” Begini lho mas, waktu kamu pergi tadi
malam, aku langsung keluar dan menangis
keras-keras di halaman rumah.
Eeee..tiba-tiba datang seorang lelaki
ganteng dan gagah menghampiriku. Dia
bertanya, ” Kenapa menangis?” Aku jawab
sejujurnya. ” Lampu terasku mati, minyak
tanahku habis, kranku rusak, lalu dia
menawarkan pertolongan bersyarat.”
” Apa syaratnya?”
” Dia menawarkan dua pilihan, yang
pertama aku disuruh membuatkan roti
untuknya sebagai imbalan, yang kedua aku
harus mau tidur dengannya”
” Tidur aja kan?”
” Gundulmu, ya tidur dengan segala
isinya…”
” Lalu kamu pilih yang Mana..?” Jantung
Sumar mulai berguncang. “
Sebentar…..” Kata istrinya. “
Kamu pilih yang pertama kan? Kamu pilih
bikin Roti kan? Iya kan…? kamu pilih
bikin roti kan?”
” Bikin roti?, kamu pikir aku HOLLAND
BAKERY………….”
lucu juga…. emang nya aku Holland Bakery… (iklan tuh.. )
Februari 9, 2008 pada 12:11 pm
Sebuah cerita yang penuh hikmah, tapi sebagai istri juga tentu harus tahu situasinya, jangan baru pulang kerja.. terus duduk nonton TV.. eh malah langsung di suruh, ya.. kumat dong. Tapi bisa lah di diskusikan, misalnya, “nanti kalau udah nonton, bisa ya mas pasangin lampu”,”oh ya minyak kita habis nih mas, giman ya.. pokoknya tetap dengan kata-kata yang lembut. So pasti sebagai suami juga ngerti..kok
Kesimpulannya harus sama-sama ngerti gitu lho.. BTW makasih udah mampir.